trevaco

Menikmati Liburan Unik di Sumbawa dengan Nuansa Tradisi Lokal

By
Trevo World Traveller
Juli 31, 2025

Jika selama ini Nusa Tenggara dikenal luas berkat popularitas Bali, Lombok, atau Labuan Bajo, ada satu permata yang belum banyak tersentuh wisatawan — Pulau Sumbawa. Terletak di antara Lombok dan Flores, Sumbawa menyimpan kekayaan budaya dan pesona alam yang masih alami dan autentik. Pulau ini bagaikan hamparan eksotis yang merangkum bentang alam megah, tradisi kuno, dan keramahan penduduk yang tulus.

Dengan luas wilayah sekitar 15.448 km² dan garis pantai panjang yang membentang dramatis, Sumbawa menawarkan pantai eksotis, pegunungan menjulang, dan situs budaya berusia ratusan tahun.

Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Sumbawa

Sumbawa adalah destinasi bagi pencinta petualangan alam, mulai dari pegunungan, pantai, hingga air terjun tersembunyi. Berikut beberapa tempat wisata yang tak boleh Anda lewatkan :

1. Pulau Moyo — Surga Tersembunyi di Utara Sumbawa

Pulau Moyo adalah surga tropis yang pernah dikunjungi mendiang Putri Diana dan Mick Jagger. Dengan luas sekitar 349 km², pulau ini menawarkan keindahan bawah laut yang memukau, air terjun alami, dan keanekaragaman hayati yang kaya.

Destinasi utama di Pulau Moyo:

  • Air Terjun Mata Jitu: Air terjun bertingkat dengan kolam alami berwarna hijau toska, sering disebut “Queen Waterfall”.
  • Takat Sagele: Spot snorkeling dengan terumbu karang warna-warni dan ikan tropis yang melimpah.

2. Gunung Tambora — Gunung Berapi Legendaris

Gunung Tambora terkenal berkat letusannya pada tahun 1815 yang disebut sebagai letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah modern. Saat ini, Tambora menjadi destinasi pendakian favorit dengan jalur menantang, kawah raksasa (7 km lebar), dan panorama sunrise yang spektakuler.

Bagi pecinta sejarah, Kawasan Tambora Heritage menyimpan situs arkeologi dari peradaban yang terkubur letusan besar tersebut.

3. Pantai Maluk dan Pantai Lawar

Bagi penggemar surfing, Pantai Maluk adalah surga tersembunyi. Ombaknya dikenal konsisten, dengan pasir putih bersih dan air laut biru jernih. Tak jauh dari Maluk, Pantai Lawar menawarkan suasana lebih tenang dengan panorama indah dan tempat sempurna untuk menyaksikan sunset.

4. Pulau Kenawa — Bukit Sabana dan Snorkeling

Pulau Kenawa, terletak di Selat Alas, adalah pulau kecil tak berpenghuni yang populer di kalangan backpacker dan pencinta alam. Pulau ini memiliki padang savana yang cantik, perairan jernih untuk snorkeling, dan bukit kecil yang menawarkan pemandangan 360° memukau.

5. Istana Dalam Loka — Arsitektur Kayu Bersejarah

Terletak di Sumbawa Besar, Istana Dalam Loka adalah peninggalan Kesultanan Sumbawa, dibangun pada abad ke-19. Istana ini terbuat seluruhnya dari kayu jati tanpa paku dan merupakan salah satu istana kayu terbesar di Asia Tenggara. Bangunan dua lantai ini mencerminkan kejayaan arsitektur lokal dan nilai sejarah yang tinggi.

6. Teluk Saleh dan Whale Shark

Teluk Saleh, yang terletak di sisi utara Pulau Sumbawa, adalah salah satu teluk terbesar di Indonesia dan dijuluki sebagai “akuarium raksasa”. Di sinilah, pada waktu-waktu tertentu, whale shark atau hiu paus muncul ke permukaan dan berenang bebas di sekitar bagan nelayan – rakit penangkap ikan tradisional.

Menariknya, whale shark ini sering kali datang karena tertarik dengan ikan kecil (ikan puri) yang berada di sekitar jaring bagan. Para nelayan setempat sudah terbiasa dengan kehadiran mereka dan bahkan membantu menjaga agar keberadaan hiu paus ini tetap aman dari gangguan.

Pengalaman berenang bersama whale shark di Teluk Saleh adalah momen yang sulit dilupakan. Meskipun tubuhnya bisa mencapai panjang 12 meter, hiu paus ini sangat jinak dan tidak berbahaya. Mereka berenang dengan tenang, memberikan waktu bagi para penyelam atau snorkeler untuk mengamati mereka dari dekat.

Tradisi Sumbawa

Pulau Sumbawa ini bukan hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki warisan budaya dan tradisi yang kuat. Masyarakat Sumbawa menjunjung tinggi nilai adat, gotong royong, dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Tradisi-tradisi ini bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mengesankan.

1. Pacoa Jara – Lomba Pacuan Kuda Tradisional

Salah satu tradisi paling terkenal dari Sumbawa adalah Pacoa Jara, yakni pacuan kuda tradisional yang digelar di lapangan terbuka. Uniknya, joki pacuan ini adalah anak-anak berusia 6–10 tahun yang menunggang tanpa pelana, hanya dengan seutas tali sebagai kendali.

Pacoa Jara bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga bagian dari budaya lokal yang melibatkan seluruh komunitas. Acara ini biasanya berlangsung meriah, diiringi musik tradisional dan penuh sorak sorai dari para penonton. Kegiatan ini mencerminkan hubungan erat masyarakat Sumbawa dengan hewan ternak, terutama kuda, yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.

2. Barapan Kebo – Adu Kerbau di Sawah

Tradisi lain yang tak kalah menarik adalah Barapan Kebo, semacam lomba adu kecepatan kerbau yang dilakukan di area persawahan yang berlumpur. Berbeda dengan pacuan kuda yang lebih elegan, Barapan Kebo lebih “liar” dan atraktif, karena para joki harus berdiri di atas papan kayu yang ditarik oleh dua ekor kerbau sambil menjaga keseimbangan di tengah lumpur.

Barapan Kebo bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas hasil panen dan simbol kerja keras petani. Tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi antar desa serta wadah unjuk kekuatan dan ketangkasan.

3. Tradisi Mbolo Weki – Musyawarah dalam Adat

Masyarakat Sumbawa sangat menghormati tradisi Mbolo Weki, yaitu sistem musyawarah adat yang digunakan untuk menyelesaikan masalah atau mengambil keputusan penting. Dalam forum ini, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat berkumpul untuk berdiskusi secara terbuka.

Nilai-nilai seperti kejujuran, rasa hormat, dan kebijaksanaan menjadi dasar dalam setiap musyawarah. Tradisi ini mencerminkan struktur sosial yang rukun dan demokratis jauh sebelum konsep demokrasi modern diperkenalkan secara formal.

4. Rimpu – Busana Tradisional Perempuan Sumbawa

Rimpu adalah cara berpakaian khas perempuan Sumbawa dengan menggunakan kain sarung. Ada dua jenis rimpu: rimpu colo yang menutupi seluruh tubuh termasuk wajah, dan rimpu mpida yang hanya menutupi kepala dan badan.

Rimpu tidak hanya sekadar busana, tetapi juga simbol kesopanan dan identitas wanita Sumbawa. Sampai sekarang, rimpu masih sering dipakai dalam acara adat, keagamaan, dan festival budaya.


Sumbawa adalah pulau yang menggabungkan petualangan alam, kekayaan budaya, dan kehangatan masyarakat dalam satu paket destinasi. Dari pesona Pulau Moyo yang menenangkan, keperkasaan Tambora yang menantang, hingga tradisi Barapan Kebo yang memukau — setiap sudut Sumbawa menawarkan cerita dan pengalaman yang otentik. Jadi, apakah kamu siap untuk menyusuri keajaiban Sumbawa secara langsung? Yuk, hubungi Treva&Co. Kami bisa membantumu menyiapkan perjalanan tanpa repot, dan sesuai dengan kebutuhanmu. Hubungi Treva&Co melalui email admin@treva-co.com atau kunjungi website kami.

Sementara itu, untuk menambah wawasan dan menginspirasi perjalanan kamu berikutnya, jangan lupa follow Youtube dan Instagram Trevo World Traveller, dan simak terus artikel-artikel Trevo di blog ini!

Want To Share This Article?

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter
Subscribe to my newsletter for the latest blog posts, tips, & travel guides. Let’s stay updated!